Lainnya

Faktor Milenial dan Gen Z Tolak Jadi Pegawai Negeri Sipil

Pegawai Negeri Sipil (PNS) mungkin menjadi pekerjaan yang sempat diidam-idamkan pada zaman dahulu. Pasalnya, PNS dinilai bisa memberikan kestabilan dengan gaji tetap per bulan, tunjangan, dan jaminan pensiun untuk masa tua kelak. Namun, kondisi tersebut tentu berbeda dari saat ini.

Nyatanya, banyak anak muda, khususnya milenial dan gen Z tolak jadi PNS dan memilih berbagai pekerjaan lain. Hal ini tentu memiliki alasan tersendiri. Karenanya, simak artikel ini sampai habis untuk mengetahui mengapa PNS tak lagi jadi idaman, apakah tren ini akan bertahan, dan apa yang seharusnya dilakukan oleh birokrasi dalam menghadapi fenomena ini.

Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pekerjaan yang Tak Lagi Diidamkan

Fenomena pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak lagi diidamkan oleh generasi milenial dan gen Z memang berdasarkan pada fakta di lapangan. Mengutip berbagai sumber berita, dari 112.514 peserta yang dinyatakan lolos pada seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) pada 2021, ada sekitar 100 orang memilih untuk mengundurkan diri.

Jumlah ini tentu cukup banyak, mengingat dahulu pekerjaan sebagai PNS sering menjadi idaman, baik bagi orang yang menjalaninya maupun orang tua dari mereka. Bahkan, PNS sering menjadi pekerjaan yang diidamkan oleh calon mertua. Hal ini tentu berbeda dari kondisi sekarang yang lebih banyak berkutat pada bidang bisnis dan media sosial.

Mengapa PNS Tak Lagi Jadi Idaman?

Melihat fenomena Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak lagi jadi idaman, pertanyaan yang muncul berikutnya adalah mengapa pekerjaan ini bisa dikesampingkan dari prioritas pada zaman sekarang? Jawaban yang konkret bahkan dinyatakan sendiri oleh beberapa peserta yang lolos seleksi CPNS dan memutuskan untuk mengundurkan diri tersebut.

Dari berbagai alasan yang ada, alasan terkuat mereka mengundurkan diri adalah gaji yang diterima tidak sesuai dengan bayangan di awal. Selain itu, alasan lainnya yang juga jadi penyebab pengunduran diri adalah lokasi penugasan yang terlalu jauh hingga hilangnya motivasi untuk menjadi PNS.

Lantas, berapa besaran gaji PNS hingga banyak yang tak menyangkanya? Gaji terendah PNS untuk para lulusan SD-SMP berada di kisaran Rp1,5 hingga Rp2,3 juta. Sementara itu, untuk lulusan SMA-D-3, gajinya tak melebihi angka Rp3,8 juta. Adapun gaji tertinggi untuk lulusan S-1 sampai S-3 bervariasi, tapi tak lebih dari Rp4,8 juta.

Melihat deretan angka tersebut, tentu gaji PNS tidak bisa dibandingkan dengan karyawan swasta di bidang IT (Information Technology) yang upahnya bisa mencapai dua digit per bulannya. Akan tetapi, sebenarnya, PNS juga punya jaminan dan tunjangan lain yang bisa diperoleh di luar gaji pokok.

Apakah Tren Ini Akan Bertahan?

Pertanyaan yang timbul berikutnya adalah apakah tren ini akan bertahan atau berubah ke arah sebaliknya? Sayangnya, melihat faktor-faktor yang melatarbelakangi fenomena ini, peminat Pegawai Negeri Sipil (PNS) kemungkinan akan terus mengalami penurunan di masa yang akan datang. Untuk mengetahui alasannya, simak beberapa faktor penyebabnya berikut ini.

Para milenial dan gen Z cenderung menyukai budaya kerja yang bisa memberikan fleksibilitas dan kestabilan gaji, apalagi sejak adanya pandemi Covid-19 yang memungkinkan mereka untuk bisa bekerja dari mana saja (remote). Selain itu, biasanya fleksibilitas waktu kerja juga bisa membuat para pekerja lebih produktif karena boleh memilih jam kerja yang paling ideal untuk mereka.

Di samping fleksibilitas dan kestabilan yang harus disajikan dalam satu paket komplet, alasan milenial dan gen Z tolak jadi PNS adalah karena mereka tertarik untuk bekerja dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang canggih. Memangnya, menjadi PNS tidak bisa mengimplementasikan teknologi tercanggih? Fakta di lapangan, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan secara cara manual.

Budaya komunikasi yang berani, terbuka, dan ramah terhadap kritik juga kurang bisa ditemukan dalam lingkungan PNS. Kalaupun ada, penyampaiannya harus dilakukan sesuai hierarki organisasi. Inilah yang membuat milenial dan gen Z tolak jadi PNS. Sebab, proses yang lama cenderung kurang relate di era digital yang serba cepat seperti sekarang ini.

Apa yang Sebaiknya Birokrasi Lakukan?

Untuk menghadapi fenomena ini, apa yang bisa dilakukan oleh pihak birokrasi? Setelah mengetahui apa yang diinginkan oleh milenial dan gen Z, tentu jawabannya menjadi lebih mudah. Pertama, mengimplementasikan budaya kerja fleksibel yang tetap menjanjikan stabilitas. Kedua, memanfaatkan teknologi canggih dalam setiap proses kerja. Terakhir, membangun budaya komunikasi yang lebih baik dengan cara membiasakan keterbukaan antar pegawai.

Di samping itu, tidak ada salahnya pula bagi pihak birokrasi untuk meninjau ulang kebijakan organisasi demi mendukung performa seluruh karyawan, termasuk dari kalangan milenial dan gen Z. Tentunya kebijakan ini juga tetap wajib mengikuti hukum yang berlaku. Untuk menciptakan rincian kebijakan dengan tingkat akurasi terbaik, Anda bisa menggunakan layanan Policy Advisory dari Skha.

Tim profesional dari Skha akan menganalisis kebijakan organisasi Anda dengan mempertimbangkan kondisi dan isu terkini serta kebutuhan karyawan Anda. Klik di sini untuk mulai menyusun kebijakan organisasi Anda bersama Skha. Untuk informasi lain mengenai layanan dari Skha, kunjungi laman layanan kami.

Pelajari selengkapnya layanan yang kami tawarkan, mulai dari Business Design (Jasa Perencanaan Bisnis)Implementation (Jasa Implementasi Strategi Bisnis), Advisory & Transaction (Jasa Konsultan Keuangan Perusahaan), hingga Policy Advisory (Jasa Analis Kebijakan Perusahaan).

Kunjungi juga laman karir Skha untuk informasi selengkapnya terkait lowongan kerja di Skha bagi Anda yang tertarik menggeluti dunia konsultan manajemen.

Reference:

https://www.cnbcindonesia.com/news/20220601063728-4-343392/tak-seindah-dulu-kini-milenial-gen-z-pada-ogah-jadi-pns

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6097388/ratusan-cpns-mengundurkan-diri-kok-serempak-gitu

https://theconversation.com/generasi-muda-masih-ingin-jadi-pns-tapi-minat-mereka-terancam-pudar-jika-pemerintah-tidak-segera-berbenah-165906

Share this Article:

Artikel

Artikel Terkait

Simak cerita, penelitian, dan pengalaman dari Skhantorian.

Hiring Form


Hiring Form


Hiring Form


Hiring Form